Senin, 05 Maret 2018

Budaya Upacara Ngaben di Bali

pengembangan-pariwisata-budaya-dengan-teknologi
Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah di Bali yang sangat terkenal bahkan hingga ke mancanegara karena keunikannya. Ngaben biasanya lazim disebut kremasi sebagai istilah umumnya. Sesungguhnya kremasi tak hanya dilakukan oleh umat Hindu, tapi oleh beberapa umat agama lain. Namun, hanya di Bali-lah ditemukan prosesi pembakaran jenazah yang begitu unik, semarak, megah, dan penuh kesenian. Tak ayal, pelaksanaan ngaben ini sering dipadati oleh wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung keunikan prosesi pembakaran jenazah unik satu-satunya di dunia ini.

Ngaben sebenarnya adalah istilah yang biasa digunakan untuk golongan masyarakat umum seperti yang diatur dalam struktur sosial masyarakat adat Bali. Sedangkan dari kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan prosesi itu disebut dengan Pelebon. Ngaben berasal dari kata ngabuin atau ngabu yang berarti menjadikan abu, sedangkan pelebon berasal dari kata pelebuan yang mempunyai arti sama, yaitu menjadikan abu. Upacara Ngaben dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju surga, atau menjelma kembali ke dunia melalui kelahiran kembali ataupun moksha (bersatu dengan Tuhan).

teknologi-dan-pariwisata-di-baliKarena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan lumayan besar, upacara memakan waktu yang cukup lama. Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad atau disebut layon sering dikebumikan terlebih dahulu menunggu biaya pengabenan tercukupi. Jika dihitung, pengabenan dengan mempergunakan metode ini cukup banyak memangkas biaya. Jika biaya ngaben perseorangan biasanya memakan biaya 15 – 25 juta rupiah, dengan melakukan pengabenan massal biaya per orang rata-rata tak lebih dari 5 juta rupiah dengan upacara yang lengkap. Namun bagi beberapa keluarga yang mampu secara finasial, upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, kemudian menunggu keputusan pemilihan hari baik menurut kalender Hindu Bali dan kesepakatan bersama keluarga serta pertimbangan dari Pedanda (Pendeta Hindu). Upacara ngaben yang tercatat paling megah dan memerlukan biaya paling mahal di Bali adalah upacara pelebon di keluarga Kerajaan Ubud yang diperkirakan memakan biaya hingga milyaran rupiah.

Ngaben memang merupakan sebuah ritual yang sangat penting bagi masyarakat Bali. Masyarakat Bali meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih baik, sehingga melepas kematian seseorang harus disertai dengan doa, kerelaan, serta suka cita untuk menghantarkan orang yang dicintai bebas dari ikatan keduniawian.
Seiring perkembangan teknologi, upacara ngaben saat ini sangat mudah kita saksikan lewat media online sebagai bagian dari promosi serta dokumentasi dari masyarakat Bali itu sendiri.

Sumber:http://balitour.net/id/view/ngaben-upacara-kremasi-di-bali-yang-unik-dan-penuh-makna/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar